Sinaboi, kampung nelayan keturunan Tionghoa di Rokan Hilir

•08/18/2016 • 1 Komentar

Sinaboi merupakan kampung nelayan di sebelah timur kota Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir. Jaraknya 30 km dari kota Bagan Siapi-api maupun dari kota Dumai. Di Sinaboi mayoritas masyarakatnya keturunan Tionghoa yang berprofesi sebagai nelayan, mereka menggunakan bahasa Hokkian. 

 
   
 
Sinaboi diprediksi akan berkembang sangat pesat karena letaknya secara geografis berdekatan dengan kota Dumai, kota yang berkembang secara ekonomis. Ada rencana dari pemerintah daerah untuk mengembangkan Sinaboi menjadi pelabuhan nusantara utama bagi kota Bagan Siapi-api. Karena letak Sinaboi tidak jauh dari Selat Malaka.

Barikut ini adalah foto-foto suasana di Sinaboi:

  
  
  
  
  

Gowes ke Candi Ijo, Yogyakarta

•08/02/2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bersepeda atau gowes ke Yogyakarta merupakan pengalaman pertama kali. Sudah sekian lama memimpikan untuk gowes di Yogyakarta sekitarnya, akhirnya tercapai juga. Dengan menggunakan kereta api yang berangkat di pagi hari, yang memakan waktu sekitar 8 jam, tibalah di Yogyakarta di sore hari dan langsung kulonuwun dulu dengan penguasa keramaian kota Yogyakarta, Malioboro

  
Saya memilih penginapan yang sedikit jauh dari keramaian Malioboro, yang sudah saya pesan via online. Saya menginap di hotel yang berada di jl. Kartini, dengan suasana tenang dan pelayanan yang baik dan jangan khawatir akan kuliner di sekitarnya, karena hotel ini berada tak jauh dari kampus ternama di Yogyakarta

Keesokan harinya, gowes dimulai, saya berangkat pukul 6.30 pagi. Rute kali ini melalui jalan raya Yogya-Solo. Setelah 1 jam gowes, akhirnya tiba di kompleks candi Prambanan, dilanjutkan dengan istirahat di candi Plaosan, sambil foto-foto. Berikutnya perjalanan dilanjutkan menuju stasiun kereta api Prambanan, karena di dekat stasiun ada soto daging bebek yang ciamik rasanya

Candi Ijo merupakan candi Hindu yang terletak di ketinggian 375 Mdpl, berada di desa Sambirejo, Prambanan, Sleman. Tapi menanjakan ke candi Ijo cukup curam, sehingga cukup menguras energi. Rute menuju candi Ijo melewati beberapa daerah tujuan wisata, Istana Ratu Boko, Spot Riyadi dan Tebing Breksi. Karena sudah beberapa kali ke Istana Ratu Boko, saya putuskan untuk tidak masuk ke kompleks Istana Ratu Boko. Perjalanan dilanjutkan menuju Spot Riyadi. 

  
  
Nama Spot Riyadi masih belum diketahui banyak orang. Lokasi ini berada di pekarangan rumah warga yang bernama Riyadi. Entah siapa yang menemukan lokasi ini. Dari lokasi ini kita dapat melihat gunung Merapi dan candi Prambanan secara jelas, terutama di saat cuaca cerah.

Setelah menikmati pemandangan dari Spot Riyadi, perjalanan dilanjutkan menuju Tebing Breksi. Tebing ini terjadi akibat sebelumnya ada penambangan liar, dan kemudian ditata menjadi tebing yang indah, serta banyak didatangi wisatawan lokal, terutama yang datang dari sekitar Yogyakarta.

  
Akhirnya perjalanan terberat harus dihadapi, menanjak kira-kira 2 km menuju candi Ijo. Tanjakannya cukup curam, perlu kesabaran dan shifting yang benar kalau kita tetap mengayuh sepeda kita. Menjelang 300m sebelum mencapai candi Ijo, tenaga terasa benar-benar terkuras. Akhirnya sampailah di candi Ijo.

  
Masih banyak lagi daerah tujuan wisata di Yogyakarta. Bila ada kesempatan saya akan gowes kembali ke Yogyakarta. Yogya… Yogya… Kota istimewa..

Gowes Nanjak ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang

•07/28/2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Melihat judulnya sudah pasti gowes kali menghadapi tanjakan yang menguras tenaga. Jarak Lumajang-Senduro sekitar 20 km. Senduro merupakan salah satu tujuan goweser di Lumajang. 
Biasanya waktu kita bersepeda setiap menemukan tanjakan , pasti ada jalan menurun, tetapi tidak berlaku bila kita gowes di daerah Lumajang. Karena perjalanan pulang-pergi melewati jalanan yang sama. Waktu pulang kita baru menemukan jalanan menurun. 
Senduro merupakan daerah yang searah bila kita akan ke Ranupani, daerah di kaki gunung Semeru. Jadi sudah terbayang tanjakan yang akan kita hadapi. 
Perjalanan menuju ke Senduro akan melewati beberapa desa dengan pemandangan sawah yang mulai menguning, kebetulan memang sedang musim panen padi. Dan gunung Semeru pun tampak di kejauhan. Selain itu kita akan melewati hutan jati yang tidak begitu luas lagi. 

 

   Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, tibalah di pasar Senduro, tetapi untuk mencapai pasar tersebut perlu tenaga ekstra, karena merupakan tanjakan terberat dan terpanjang dibanding tanjakan-tanjakan sebelumnya. Setelah tiba di pasar, melanjutkan perjalanan sekitar 500 M menuju Pura Mandhara Giri Semeru Agung. 
  

Tidak jauh dari pura ada warung pecel yang enak dan dilayani oleh anak gadis pemilik warung yang cantik. Makanya kalau anda gowes ke pura, jangan lupa mampir ke warung pecel tersebut. Ciamik!

Gowes menuju perkebunan teh Kertowono

•07/23/2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah lebaran 2016 berencana gowes mengeksplore beberapa tempat menarik di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salah satu tujuan kali ini adalah perkebunan teh Kertowono di Gucialit. Jarak dari kota Lumajang hanya 20 km, tapi gowes ke arah Kertowono cukup memeras tenaga, karena tidak menemukan sedikitpun bonus turunan. Perkebunan teh Kertowono berada di 650 MDPL-1250 MDPL, bisa dibayangkan gowes dari kota Lumajang yang berada di 41 MDPL.

Setelah sarapan pagi, perjalanan dimulai melewati jalan yang di kiri dan kanan penuh dengan sawah yang membentang. Di kejauhan tampak gunung Semeru mau gunung Lemongan yang berada di kecamatan Klakah.


Beberapa tanjakan harus dilalui dengan sabar, karena bersepeda tidak hanya bermodalkan kekuatan dengkul saja. Tidak perlu terburu-buru dalam melewati tanjakan yang ekstrim, bila terburu-buru tenaga kita akan terkuras habis. Saya beberapa kali beristirahat setelah melewati beberapa tanjakan, kadang setiap melewati tanjakan yang ekstrim terpaksa beristirahat kira-kira 10 menit.

Walaupun jaraknya hanya 20 km dari kota Lumajang, tetapi perjalanan cukup memakan waktu sekitar 3 jam, sudah termasuk istirahat. Jadi bagi anda yang suka bersepeda bisa membayangkan seperti apa tanjakannya. Setelah tiba di wilayah perkebunan teh Kertowono kita akan disambut oleh udara sejuk dan segar, maka tidak sia-sia walaupun sudah kerja keras melewati tanjakan yg cukup dahsyat. Saat tiba di lokasi mulai hujan rintik-rintik, sehingga tidak dapat menikmati keindahan alam di perkebunan teh Kertowono. Di kompleks perkebunan ini terdapat pabrik teh dan juga ada koperasi yang menjual teh untuk dibeli pengunjung perkebunan.


Gowes Lumajang-Pasirian

•07/13/2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lumajang banyak menyimpang keindahan alam yang belum banyak diketahui masyarakat di Pulau Jawa. Lumajang memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, baik gunung maupun pantai. Secara geografis berada di kaki gunung semeru hingga ke pantai selatan Jawa.

Kali ini saya memiliki cara berbeda dalam menikmati alam di Kabupaten Lumajang, yakni dengan bersepeda mengeksplorasi tempat-tempat indah di Lumajang. Saya menggunakan sepeda lipat, agar memudahkan untuk dibawa menggunakan transportasi darat seperti kereta api atau bus. 

Hari pertama saya bersepeda sepanjang kurang lebih 45 km ke arah selatan lumajang. Tujuan utama saya kecamatan Pasirian, tetapi mengambil rute yang berbeda, karena saya ingin merasakan pengalaman yang berbeda. Melalui daerah Kunir yang masih banyak sawah yang membentang di kiri-kanan jalan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju jembatan Pandanwangi melalui jalan lintas selatan Jawa Timur. Di jalan lintas selatan ini kita bisa mampir sebentar ke pantai Watu Kecak dan terus melanjutkan perjalanan ke arah Desa Jarit yang masuk bagian dari kecamatan Pasirian. Dan akhirnya tiba di Pasirian setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 5 jam, sudah termasuk istirahat di perjalanan. Dari Pasirian langsung kembali ke Lumajang dengan jarak 20 km. 

Salam Gowes

   
    
    
 

Keindahan Pulau Banyak, Aceh Singkil

•05/23/2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pulau banyak merupakan gugusan beberapa pulau yang berada di Kabupaten Aceh Singkil. Pulau memang masih jarang dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Ada beberapa pulau yang sempat saya kunjungi, seperti Palambak, Asok, Tailana, Lambodong dan lain-lain. Di Pulau Banyak hanya Palambak dan Tailana yang memiliki resort sederhana untuk menginap, tp di pulau-pulau yang ada di Pulau Banyak memungkinkan kita untuk camping di area tersebut.

menuju pulau Asok

menuju pulau Asok

DSCF7960 Jarak terdekat untuk mencapai Aceh singkil adalah melalui Medan. Dari medan memakan waktu 10 jam, dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok dan sebagian mulus. Tidak ada transportasi khusus dari Medan menuju Aceh Singkil, satu-satunya jalan dengan menyewa mobil. Gugusan pulau di Pulau Banyak memiliki pasir putih, cocok untuk bermain pasir putih dan berjemur menikmati sinar matahari. Selain itu, Pulau Banyak sangat cocok bagi penggemar olahraga menyelam, karena lautnya masih bersih. Di Pulau banyak kita dapat menyaksikan matahari terbit maupun terbenam di beberapa tempat. DSCF7912

Snorkeling di Pulau Lambadong

Snorkeling di Pulau Lambadong

sunset di Pulau Palambak

sunset di Pulau Palambak

CATATAN PERJALANAN KE PANTAI DI SELATAN JAWA TIMUR

•07/14/2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman, @barrykusuma dan @zulfikaralex dari @FunAdventure mengunjungi beberapa pantai selatan Jawa Timur, yakni pantai Pulau Merah (Red Island), Teluk Ijo (Green Bay) dan Taman Nasional Meru Betiri di Banyuwangi. Selain itu kami juga mengunjungi pantai Papuma di Jember. Dan selanjutnya ke pantai Goa Cina, Sendang Biru dan Bajul Mati di Malang.

Pagi itu kami berkumpul di Bandara Juanda dan segera menuju Jember. Di perjalanan kami mampir utuk sarapan di Restoran Tongas Asri, sambil menikmati hangatnya Rawon. Perjalanan dilanjutkan dan tiba di pantai Papuma kira-kira pukul 13.00. Kami langsung mengeluarkan kamera utk mengabadikan indahnya pantai Papuma.

DSCF2952

Karena terlalu asyik memotret, kami lupa makan siang dan rasa lapar akhirnya tak bisa dihindari dan memutuskan untuk makan siang dahulu. Makan siang kali ini dengan menu ikan bakar.

Setelah selesai makan siang, kami kembali melanjutkan memotret di sisi lain pantai Papuma, yakni bagian yang menjadi ikon pantai Papuma. Kami berada di tempat ini hingga matahari terbenam. Setelah merasa puas kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi, lebih tepatnya di daerah Jajag, Gambiran untuk mencari penginapan. Di Jajag mendapat penginapan yang layak dan bersih serta murah.

DSCF2993

DSCF3082

IMG_8665

Keesokan harinya kami melanjutkan hunting foto ke Red Island, Green Bay dan Taman Nasional Meru Betiri. Letak pantai-pantai selatan di Jawa Timur yang kami kunjungi kebanyakan jauh dari perkotaan, sehinggga cukup memakan waktu untuk mencapai lokasi. Dari Jajag menuju Red Island memakan waktu 1 jam lebih. Pantai ini disebut Red Island (Pulau Merah) karena tidak jauh dari pantai terdapat pulau kecil yang tidak berpenghuni. Pulau kecil ini memiliki tanah yang berwarna kemerahan sehingga oleh penduduk setempat menyebutnya dengan nama Pulau Merah atau Red Island. Red Island pernah dijadikan kompetisi surfing tingkat international pada tahun 2013.

DSCF3144

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Taman Nasional Meru Betiri. Jarak yang jauh serta kondisi jalan yang tidak mulus sehingga memakan waktu kurang lebih 3 jam. Di Taman Nasional Meru Betiri tidak penginapan seperti hotel, hanya ada homestay di rumah penduduk di Dusun Wisata Bahari Rajegwesi , tapi jangan khawatir akan kebersihannya, karena homestay di sini terorganisir dengan baik.

Lokasi pantai yang terdekat dengan Rajegwesi adalah TelukIjo, atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya Green Bay, karena air lautnya berwarna hijau. Green Bay sebenarnya sudah masuk desa Sarongan, Biasanya wisatawan yg ingin ke Green Bay dapat menggunakan perahu nelayan, karena kondisi ombak yang tidak bersahabat, kami memutuskan untuk berjalan kaki mendaki bukit, melewati jalan setapak.

DSCF3204

Keterbatasan waktu membuat kami tidak bisa beelama-lama di Teluk Ijo (Green Bay), segera menuju pantai Sukamade untuk menunggu matahari terbenam dan melepas tukik. Untuk ke sini, paling asyik naik mobil 4×4 alias double gardan atau kendaraan sejenis off road lainnya. Pada malam hari, kita dapat melihat penyu bertelur.

DSCF3249

DSCF3275

DSCF3280

Hari berikutnya kami menuju Lumajang, di kota ini kami mengunjungi 3 danau (ranu) di Klakah. Di Klakah ada 3 ranu, yaitu Ranu Klakah, Ranu Pakis dan Ranu Bedali. Ketiga ranu ini memiliki karakter yg berbeda. Ranu Klakah berada pada ketinggian 900 meter dari permukaan laut, dengan luas 22 hektar dan kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian sekitar 1.668 m dari permukaan laut, serta didukung oleh udara yang sejuk dan segar.IMG_4744

Ranu Pakis terletak sekitar 10 menit dari Ranu Klakah. Obyek wisata ini mempunyai ketinggian 600 Meter dari permukaan laut dengan luas danau 50 Ha dan kedalaman 26 m. Masih dilatar belakangi Gunung Lamongan. Sedangkan Ranu Bedali memiliki ketinggian sekitar 700 M dari permukaan laut dengan luas danau 25 Ha dan kedalaman 28 m. Keunikan dari danau ini terletak dari permukaan airnya yang berada jauh di bawah permukaan tanah. Sehingga untuk mencapai daratan tepi danau dibutuhkan tenaga yang prima dan kehati-hatian yang tinggi.

IMG_8741

DSCF3364

Setelah selesai mengunjungi 3 ranu di Klakah, perjalanan dilanjutkan menuju kota Malang. Di Malang kami berencana mengabadikan pantai-pantai selatan di kota tersebut. Karena keterbatasan waktu, hanya sempat mengunjungi 3 pantai, yaitu Pantai Goa Cina, Pantai Sendang Biru dan Pantai Bajul Mati. Suatu saat kami akan kembali lagi ke Malang untuk melengkapi dokumentasi pantai-pantai di Malang yang belum dikunjungi.

DSCF3440

DSCF3505

DSCF3546

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.431 pengikut lainnya